Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

1.04.2019

Metamorfosis

memandang mendung
riak renung
(awan kutiup
bibir kukatup)
mendaki duka
lalu lega

1.03.2019

1 = 0,5 + 0,5

(Untuk Agung Manikam dan Lina Sophy)


Tanggal 8 Desember 2013 adalah bagian dari hari baik bagiku, ini hari
bahagia, pun tak hadir pada pernikahannya Agung dan Lina. Maka aku
ingin menulis tentang satu keindahan dan kemerduan. Ini tentang
kepaduan yang menjadikan nyala dan langkah, dan kebaruan yang
sebaiknya selalu baru.

Keindahan itu rupa dari ragam bentuk dan warna-warna yang padu dalam
satu tamam. Tiap-tiap benda tersusun dari setengah sesuai dan
tak-sesuai; kemerduan itu rupa dari ragam major dan minor yang padu
dalam satu lagu. Tiap-tiap nada tersusun dari setengah tinggi dan
setengah renah.

Maka sebaik-baiknya menikmati adalah menerima keseluruhannya sebagai
kesatuan. Sebab, ketika bersedia menerima juga berarti bersedia
memberi, demikian sebaliknya. Ibarat satu, ia genap sekaligus ganjil,
setiapnya adalah setengah-setengah yang memadu dan padu.

Memadu "dua pribadi dalam satu cita" ibarat setengah positif menerima
setengah negatif, sebagai sama-sama energi, sehingga menjadi satu
nyala; atau umpama kiri kehilangan setengah langkah untuk setengah
kanan melangkah sehingga menjadi satu langkah;

Ini makna lain dari "kehilangan": relakan satu pribadi"ku" kehilangan
setengah ke"aku"annya. Kerelaan ini syarat terbaik dalam menjumlahkan
dua "aku" menjadi satu: satu arah tuju, satu langkah baru, satu dari
keseluruhan taman dan lagu dalam keluarga.

___
(gak hadir pada pernikahan kalaian, mencuri poto dari Mas Agung:
maaf ya...heuheuheu...
aku meng-amin-kan do'a baik kalian)

12.29.2018

Mencari Kelabu

Hitamku tenggelam di awan putih
Dan hujan adalah berkah yang pamrih
Putihku mengapung di perut laut
Dan awan adalah kantung kusut untuk kemelut
Kupastikan sekarang tentang abu-abu Ialah aba-aba untukku untukmu
Maka aku mencari kelabu
Biar binasa kedua warna angkuh itu

Jalan Darah

mengalir naik
turun menukik
bolak-balik

8.21.2018

0,0

sebelum pergi
aku kembali
punguti lagi yang berserak tak dimana-mana
mengumpulkanya ulang entah untuk apa
mungkin untuk meraba kenangan
atau semaca keranjang sampah keadaan

12.26.2017

Perjalanan

lahir tak diharap
: hinggap
hidup saja
: ada
mati setelah
: entah

ruang renung, kusut
terrundung kemelut
minda carut-marut
(pabalitu)


17 November 2015

Gaun Hidup

Minda kalut
Benang kusut
Sulampun turut

29 Februari 2016

Buruh Hidup

capung terperangkap di ruang kerja
kepaknya menyungkur kaca
pernah segala upaya
sekuatnya ia
percuma
sebab kuasa tak berpihak kepadanya

30 Juli 2016

Mata dan Kaca Biasanya

biasanya aku memakai kacamata
semua berubah karenanya
garis wajahmu sesuai lekuk pinggulmu
sungguh menggoda
kemarin aku tak memakainya
semua berubah karenanya
garis wajahmu sesuai lekuk pinggulmu
sungguh terasa
esok, aku coba sebelah-sebelah saja
tentu semua berubah
garis wajahmu sesuai lekuk pinggulmu
entah bagaimana sensasinya

April 30 2017

Padi Tak Lagi Rendah Hati

cerita-cerita itu kerut wajah
terik teruk bumi pecah
gubah gabah gelisah
_
Mei 26 2013



raut petani tua
dikeningnya suasana
bukan luka
bukan kecewa
hanya asa yang hampir putus saja
tentang panen musim ini dan cuaca
_
Mei 26 2017

9.08.2017

Hampura

tibang nalangsa
ningali ajeun sangsara
kalunta-lunta
dirogahala

tibang ngado'a
ningali diri teu aya adaya
nulung anjeun, baraya
dianiaya

tibang aksara
Rohingya

8.15.2017

Kelahiran

ada harap yang hiduptak diam, berdegup
memompa darah hingga tiada
lalu diam bersama nyaentah di masa manatiada itu ada

6.26.2017

Senja

tanda waktu menandu
segala indah itu
segera tiada lagi
entah pergi entah kembali

6.24.2017

MedSos


andai saya berteman dengan tuhan
tak perlu qobul lama tertahan
cukupkan saja quotanya
sesuaikan hapenya
dan selamat menikmati saja
entengnya beragama
mudahnya akses ke syurga



5.06.2017

Tirakat

ada asmara yang dahaga
limbung mencari air
sepanjang perjalanan, debudebu itu
dan angin, menjadi kabut
kini, iyakah arahku
langkah kepada muara mu

dalam kerontang ini, sayang
Ingin sekali minum dan menyelam
berwudlu dalam tenggelam
karam mendalam

sayang, ada asmara
dahaga, yang meminta-minta
merayu sebelum sudah itu

7.08.2016

Lena

betapa banyak do'a
tak terkira
dosa-dosa

tambah banyak do'a-do'a
semakin tak terkira
dosa-dosa

8.22.2015

"Tikus"


tak di pesawahan tak di perkebunan
tak di sekolahan tak di pemerintahan
tak kenal dimana-mana dan siapa-siapa
tak perdulikan apa-apa
yang penting ada yang bisa digimana-gimana
tikus ya begitu memangnya
maklum binatang pengerat
memangkas hingga sekarat
maka biasalah dikata-kata bangsat

ya memang begitu
kan, tikus
ya tetep rakus
mungkin sampai mampus

Pak Tua dan Palawija

dedaun itu adalah mimpi-mimpi
melayang memburu debu
lalu, berdua menunggu-nunggu
angin
terbangkan mereka ke tempat angan
hujan-hujan
hujan

di ujung kebun merenung
memandang hamparan palawija
memicing perih
berkaca kepada genang airmata

6.06.2015

Rembulan

kulekati wajahmu
pandangku sungguh merayu
harap akan temu di tanggal satu
tanpa perbedaan
tanpa perseteruan
tanpa keragu-raguan